Archive for the ‘Pura’ Category

Tirta Yatra atau wisata spiritual kali ini kami mengunjungi Pura yang ada di Pulau Jawa yaitu Pura Agung Blambangan yang terletak di desa tembok rejo kecamatan muncar kabupaten Banyuwangi dan Pura Giri Mandara Semeru Agung yang terletak di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Setelah rombongan semua berkumpul, tepat pukul 17.00 Wita kami berangkat dari Denpasar menuju Gilimanuk. seperti biasa saat melintas di Pura Rambut Siwi kabupaten Negara kami berhenti sejenak guna melakukan persembahyangan guna memohon keselamatan selama perjalanan tirta yatra.  Pukul 20.15 wita rombongan sampai di pelabuhan Gilimanuk tuk selanjutnya menyebrang lautan selat Bali menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Perjalananpun kami lanjutkan ke arah selatan menuju Pura Agung Blambangan. sekitar pukul 23.00 wita rombongan kami telah tiba di Pura Blambangan.

Pura Agung Blambangan

Pura Agung Blambangan letaknya di desa tembok rejo kecamatan muncar kabupaten Banyuwangi. Perjalanan ke Pura Blambangan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang dengan menggunakan Bus. (lebih…)

Iklan

Wisata spiritual atau istilahnya Tirta Yatra kali ini kami mengunjungi Kepulauan Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Di Pulau Nusa penida banyak sekali terdapat tempat suci / pura yang merupakan Pura kahyangan jagat. Adapun pura yang menjadi tujuan perjalanan kami kali ini meliputi Pura Giri Putri, Pura Puncak Mundi Dan Pura Dalem Ped.

Perjalanan kami mulai pkl 05.00 wita , bersama rombongan kami berangkat menuju pelabuhan Padang bai. Tepat pukul 06.30 kami mulai menyebrang dari padang bai menuju pulau Nusa penida dengan menaiki Kapal Giri samudra. Kami sangat menikmati perjalanan selama menyeberang. Di ufuk timur matahari nampak malu malu tuk menampakkan sinarnya. Bias sinarnya mulai menerobos di sela sela awan tipis, Warnanya kuning keemasan sesekali menerpa dan membias di beningnya air. Wow…….sangat menakjubkan sebuah lukisan pemandangan nan indah yang membuat saya semakin merasakan keagungan yang Kuasa ( Ida Sang Hyang Widhi Wasa. )

Perjalanan dari Padang Bai menuju Pulau Nusa Penida kami tempuh dalam waktu 40 menit. Sesampai di Pulau Nusa Penida Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Dalem Ped dengan menaiki kendaraan roda 4. tepat pukul 08.00 wita kami sampai di Wantilan Pura Dalem Ped. Di sana kami beristirahat sejenak sambil menikmati sarapan pagi. Perjalanan kami lanjutkan menuju Pura Puncak Mundi. Medannya lumayan berat, jalanan kecil menanjak dan berkelak kelok, dengan beberapa bagian aspal yang sudah mulai rusak. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam kami akhirnya sampai di pura Puncak Mundi.

Pura Puncak Mundi.

Puncak Bukit Mundi adalah tempat tertinggi di daratan Nusa Penida. Disini terdapat 3 pura utama yaitu Pura Beji, Pura Dalem Kerangkeng, dan Pura Puncak Mundi. Di areal ini juga terdapat sebuah Wantilan yang cukup luas. Sesuai tatacara persembahyangan disini, persembahyangan pertama dilaksanakan di Pura Beji yang letaknya sekitar 400 meter ke arah timur dari pura puncak mundi selanjutnya persembahyangan kedua ke Pura Dalem Kerangkeng yang letaknya berdekatan dengan Pura Puncak Mundi,  baru kemudian ke Pura Puncak Mundi.

Pura Pucak Bukit Mundi

Merupakan pura Penataran Agung dengan jaba sisi, jaba tengah dan jeroan (paling dalam) Ada perbedaan sedikit dari pura lainnya dimana pura ini jaba tengahnya lebih luas dari areal jeroannya sendiri. Ada banyak bale pekemitan baik di jaba sisi maupun di jaba tengah. Persembahyangan umum dilakukan di sini. Di pura puncak Mundi masih terdapat puluhan ekor kera yang lumayan galak sehingga kita harus berhati hati dengan barang bawaan kita.

Biasanya yang lebih umum, urutan tangkil di Nusa Penida, persembahyangan di Puncak Mundi dilaksanakan sebelum ke Pura Dalem Peed. Tepat menujukkan pukul 12.00 persembahyangan di Pura Puncak Mundi selesai, dan kami beristirahat siang sambil menikmati makan siang di wantilan pura.

Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan menuju Pura Giri Putri. (lebih…)

Melukat di Sebatu

Posted: Oktober 11, 2010 in artikel, Pura
Tag:,

Sebatu……..,Tanpa terasa sudah tiga kali purnama secara berturut turut saya telah mendatangi tempat ini untuk ” Melukat “, saat ini timbul keinginan saya untuk menuliskannya di Blog ini dengan harapan bisa sharing atau bisa dijadikan gambaran bagi teman teman yang akan melaksanakan Penglukatan ke Desa Sebatu ini.

Adapun lokasinya yg terletak di banjar sebatu,desa sebatu, kecamatan tegallalang , kabupaten gianyar.  kira-kira 40 Km dari Kota Denpasar atau 21 Km dari Kota Gianyar. Tempat ini dapat dikunjungi dengan mudah melalui desa Peliatan atau melalui Tampaksiring, melalui hamparan sawah yang indah, diantara desa-desa yang mempunyai seni kerajinan yang baik, terutama karya seni pahat. Saya bahkan sempat berhenti untuk menikmati pemandangan persawahan yang  sangat indah dan masih tampak asri dan alami. (lebih…)

Pada tanggal 7 Oktober 2010 Saya bersama dengan teman teman yang berjumlah 22 orang  mengadakan acara Tirta Yatra ke Pura Segara Giri Dharma Kencana. Pura ini berada di sebuah pulau kecil di kawasan Taman Nasional Bali Barat, tepat di ujung barat laut pulau Bali. yang biasa disebut dengan nama Pulau Menjangan. Hari ini merupakan hari kedua saya mengunjungi Pulau nan indah ini, karena setahun yang lalu saya sudah pernah kesini. Tidak banyak yang berubah…………hamparan perahu, sejuknya hembusan angin di atas tenangnya air laut biru membentang menyejukkan setiap mata yang melihatnya.

Secara administratif pulau Menjangan ini masuk wilayah Desa Labuhan Lalang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Jaraknya sekitar 140 km dari Denpasar lewat Tabanan dan Gilimanuk dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam menggunakan kendaraan pribadi atau sekitar 3,5 jam menggunakan bis. Jalur kedua kita bisa melalui Singaraja, yaitu Denpasar – Bedugul – Singaraja – Labuhan Lalang. Jalur ini lebih lama, sekitar 4 jam lebih dan medannya relatif berat karena melewati Bedugul. Menariknya jalur ini adalah kita akan melewati Bedugul yang terkenal dengan pemandangan danau serta udaranya yang segar. Masalahnya, jalan yang berkelok-kelok naik turun akan membuat fisik kita kelelahan.  Jalur lain adalah Denpasar – Pupuan – Seririt – Labuhan Lalang. Jalur ini tergolong paling cepat karena seperti “memotong” jalan tengah Pulau Bali. Melalui jalur ini, kita bisa melihat suasana pedesaaan Bali di pegunungan seperti Pupuan. Jalur ini sangat jarang dipakai pengunjung. Padahal bisa menghemat waktu setengah jam hingga satu jam. Dari titik penyeberangan Labuhan Lalang kita masih harus menyeberang selama 35 menit menggunakan perahu. Tarif sewa perahu untuk penumpang yang mau sembahyang ke Pura menjangan ini Rp 180 ribu bolak-balik dengan penumpang maksimal 12 orang.  Kalau untuk turis, lokal ataupun asing, harganya sekitar Rp 300.000. (lebih…)