Archive for the ‘lain-lain’ Category

Wisata spiritual atau istilahnya Tirta Yatra kali ini kami mengunjungi Kepulauan Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Di Pulau Nusa penida banyak sekali terdapat tempat suci / pura yang merupakan Pura kahyangan jagat. Adapun pura yang menjadi tujuan perjalanan kami kali ini meliputi Pura Giri Putri, Pura Puncak Mundi Dan Pura Dalem Ped.

Perjalanan kami mulai pkl 05.00 wita , bersama rombongan kami berangkat menuju pelabuhan Padang bai. Tepat pukul 06.30 kami mulai menyebrang dari padang bai menuju pulau Nusa penida dengan menaiki Kapal Giri samudra. Kami sangat menikmati perjalanan selama menyeberang. Di ufuk timur matahari nampak malu malu tuk menampakkan sinarnya. Bias sinarnya mulai menerobos di sela sela awan tipis, Warnanya kuning keemasan sesekali menerpa dan membias di beningnya air. Wow…….sangat menakjubkan sebuah lukisan pemandangan nan indah yang membuat saya semakin merasakan keagungan yang Kuasa ( Ida Sang Hyang Widhi Wasa. )

Perjalanan dari Padang Bai menuju Pulau Nusa Penida kami tempuh dalam waktu 40 menit. Sesampai di Pulau Nusa Penida Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Dalem Ped dengan menaiki kendaraan roda 4. tepat pukul 08.00 wita kami sampai di Wantilan Pura Dalem Ped. Di sana kami beristirahat sejenak sambil menikmati sarapan pagi. Perjalanan kami lanjutkan menuju Pura Puncak Mundi. Medannya lumayan berat, jalanan kecil menanjak dan berkelak kelok, dengan beberapa bagian aspal yang sudah mulai rusak. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam kami akhirnya sampai di pura Puncak Mundi.

Pura Puncak Mundi.

Puncak Bukit Mundi adalah tempat tertinggi di daratan Nusa Penida. Disini terdapat 3 pura utama yaitu Pura Beji, Pura Dalem Kerangkeng, dan Pura Puncak Mundi. Di areal ini juga terdapat sebuah Wantilan yang cukup luas. Sesuai tatacara persembahyangan disini, persembahyangan pertama dilaksanakan di Pura Beji yang letaknya sekitar 400 meter ke arah timur dari pura puncak mundi selanjutnya persembahyangan kedua ke Pura Dalem Kerangkeng yang letaknya berdekatan dengan Pura Puncak Mundi,  baru kemudian ke Pura Puncak Mundi.

Pura Pucak Bukit Mundi

Merupakan pura Penataran Agung dengan jaba sisi, jaba tengah dan jeroan (paling dalam) Ada perbedaan sedikit dari pura lainnya dimana pura ini jaba tengahnya lebih luas dari areal jeroannya sendiri. Ada banyak bale pekemitan baik di jaba sisi maupun di jaba tengah. Persembahyangan umum dilakukan di sini. Di pura puncak Mundi masih terdapat puluhan ekor kera yang lumayan galak sehingga kita harus berhati hati dengan barang bawaan kita.

Biasanya yang lebih umum, urutan tangkil di Nusa Penida, persembahyangan di Puncak Mundi dilaksanakan sebelum ke Pura Dalem Peed. Tepat menujukkan pukul 12.00 persembahyangan di Pura Puncak Mundi selesai, dan kami beristirahat siang sambil menikmati makan siang di wantilan pura.

Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan menuju Pura Giri Putri. (lebih…)

Iklan

Pada tanggal 7 Oktober 2010 Saya bersama dengan teman teman yang berjumlah 22 orang  mengadakan acara Tirta Yatra ke Pura Segara Giri Dharma Kencana. Pura ini berada di sebuah pulau kecil di kawasan Taman Nasional Bali Barat, tepat di ujung barat laut pulau Bali. yang biasa disebut dengan nama Pulau Menjangan. Hari ini merupakan hari kedua saya mengunjungi Pulau nan indah ini, karena setahun yang lalu saya sudah pernah kesini. Tidak banyak yang berubah…………hamparan perahu, sejuknya hembusan angin di atas tenangnya air laut biru membentang menyejukkan setiap mata yang melihatnya.

Secara administratif pulau Menjangan ini masuk wilayah Desa Labuhan Lalang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Jaraknya sekitar 140 km dari Denpasar lewat Tabanan dan Gilimanuk dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam menggunakan kendaraan pribadi atau sekitar 3,5 jam menggunakan bis. Jalur kedua kita bisa melalui Singaraja, yaitu Denpasar – Bedugul – Singaraja – Labuhan Lalang. Jalur ini lebih lama, sekitar 4 jam lebih dan medannya relatif berat karena melewati Bedugul. Menariknya jalur ini adalah kita akan melewati Bedugul yang terkenal dengan pemandangan danau serta udaranya yang segar. Masalahnya, jalan yang berkelok-kelok naik turun akan membuat fisik kita kelelahan.  Jalur lain adalah Denpasar – Pupuan – Seririt – Labuhan Lalang. Jalur ini tergolong paling cepat karena seperti “memotong” jalan tengah Pulau Bali. Melalui jalur ini, kita bisa melihat suasana pedesaaan Bali di pegunungan seperti Pupuan. Jalur ini sangat jarang dipakai pengunjung. Padahal bisa menghemat waktu setengah jam hingga satu jam. Dari titik penyeberangan Labuhan Lalang kita masih harus menyeberang selama 35 menit menggunakan perahu. Tarif sewa perahu untuk penumpang yang mau sembahyang ke Pura menjangan ini Rp 180 ribu bolak-balik dengan penumpang maksimal 12 orang.  Kalau untuk turis, lokal ataupun asing, harganya sekitar Rp 300.000. (lebih…)

Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan

Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru (lebih…)

Desa Tenganan

Posted: Agustus 4, 2010 in artikel, lain-lain
Tag:

Menjelajahi Keunikan Desa Tenganan Pegringsingan

Ketika membincang tentang kebudayaan masyarakat Bali Aga, orang biasanya tak akan lupa menengok sebuah desa kuno di wilayah Kabupaten Karangasem ini. Di antara sejumlah desa-desa Bali Aga yang masih bertahan, Tenganan Pegringsingan memang tergolong masih cukup berhasil menjaga keasliannya. Karenanya, Tenganan Pegringsingan pun kerap menjadi ikon dalam perbincangan mengenai kebudayaan masyarakat Bali Aga.
Orang sudah terlampau mengenal Tenganan Pegringsingan, memang. Terlebih lagi desa ini ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem sebagai salah satu objek wisata andalan. Karenanya, saban hari wisatawan, baik domestik maupun mancanagera mengunjungi desa ini.
Orang yang hendak mengunjungi desa ini dari Denpasar mesti menempuh perjalanan sekitar 70 kilometer ke arah timur. Tiba di Candi Dasa, Anda belok menuju ke utara sekitar 3 kilometer. Setelah melewati Desa Pesedahan Anda akan melihat papan ucapan selamat datang di Desa Tenganan.
Tenganan Pegringsingan sejatinya satu di antara sejumlah desa pakraman yang masuk dalam wilayah pemerintahan dinas Desa Tenganan. Desa-desa pakraman lainnya yakni Tenganan Dauh Tukad, Gumang, Bukit Kangin dan Bukit Kauh. Desa Pakraman Tenganan Pegringsingan sendiri terdiri dari tiga banjar yakni Banjar Kauh di bagian barat, Banjar Tengah di tengah-tengah serta Banjar Kangin/Pande di bagian timur.
Desa Tenganan Pegringsingan berada di sebuah lembah dan diapit oleh bukit dengan luas wilayah mencapai 917.200 ha. Karena letaknya seperti itu, Desa Tenganan Pegringsingan dibuat berundak atau terasering dengan posisi makin ke selatan makin rendah. Tujuannya tentu saja untuk menghidari kikisan air hujan. Di dalam desa juga dibuat saluran limbah atau utilitas lingkungan yang terencana dengan baik seperti adanya boatan , teba pisan dan paluh menuju sungai.
Pemukian di desa ini berpetak-petak lurus dari utara ke selatan dengan luas pekarangan yang sama yakni 2,342 are. Masing-masing rumah dihuni satu keluarga. Tiap-tiap leret rumah dibelah oleh sebuah jalan tanah yang disebut sebagai sebagai awangan . Awangan ini dibatasi oleh sebuah sekolan air.
Ada tiga awangan di desa ini. Ada awangan barat, awangan tengah dan awangan timur. Awangan tengah dan timur lebih kecil, kira-kira setengah dari lebar awangan di barat. Awangan barat kerap menjadi pusat keramaian tiap kali dilaksanakan upacara keagamaan atau adat. (lebih…)

Manfaat jus wortel

Posted: Agustus 4, 2010 in artikel, lain-lain
Tag:,

Selama ini wortel dikenal sebagai sayuran yang
bisa juga jadikan jus. Jus wortel memiliki banyak manfaat bagi
kita untuk usia yang masih dini. Selain itu, jus wortel juga
punya berbagai manfaat untuk kesehatan.
Warna kuning/oranye dari wortel menunjukkan kandungan karotin.
Jus wortel memiliki efek terhadap kesehatan. Minum jus wortel
juga bagus untuk efek pembersihan liver dengan kandungan
vitamin A yang ada dalam sayuran ini. Vitamin A mengurangi
empedu dan lemak di dalam liver. (lebih…)

Happiness

Posted: Agustus 4, 2010 in artikel, lain-lain, Renungan
Tag:

Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur
Tengah, Nasruddin. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman
rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum.
Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum
tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.

Tetangganya bertanya, “Jarumnya jatuh dimana?”

“Jarumnya jatuh di dalam,” jawab Nasruddin. (lebih…)

Garis hidup anda

Posted: Agustus 4, 2010 in artikel, lain-lain
Tag:,

Angka-angka dalam tanggal lahir Anda menyimpan banyak makna.

Jumlahkan sampai menjadi satu angka, lalu lihat artinya? (misalnya Anda lahir tanggal 25 desember 1998, jumlahkan 25 + 12 + 1998 == 2 + 5 + 1 + 2 + 1 + 9 + 8 + 8 == 36 == 3 + 6 == 9)
(lebih…)