Positif thinking

Posted: Agustus 4, 2010 in artikel, Renungan
Tag:,

“Knowing others is wisdom, knowing yourself is enlightenment.”
~Lao Tzu

Saat memberikan in-house traning di perusahaan penghasil pulp and paper
nomor dua terbesar di dunia, yang berbasis di Kerinci, Riau, baru-baru
ini, ada peserta yang bertanya. ?ak, sebenarnya apa sih yang menjadi
dasar untuk menentukan yang mana masuk positive thinking dan mana yang
masuk negative thinking?

Jujur, saya cukup kaget saat mendapat pertanyaan seperti ini. Bukan
karena saya tidak tahu jawabannya. Namun baru kali ini saya harus
berpikir secara mendalam mengenai esensi positive thinking dan negative
thinking. Selama ini kita selalu yakin dan percaya bahwa positive
thinking adalah pikiran yang positif dan bermanfaat bagi kita. Sedangkan
negative thinking adalah pikiran yang negatif dan merugikan diri kita.
Kita mengamini hal ini karena ini yang kita pelajari dari berbagai
pembicara terkenal, buku-buku pengembangan diri, dan dari berbagai
seminar atau workshop.

Setelah diam sejenak untuk berpikir saya lalu menjawab seperti yang saya
tulis pada paragraf di atas, ?ikiran positif adalah pikiran yang
bermanfaat sedangkan pikiran negatif adalah pikiran yang merugikan diri kita

Jawaban saya tampaknya sudah benar. Namun saya sadar bahwa jawaban yang
saya berikan masih kurang lengkap. Ada dorongan dalam hati saya untuk
memperdalam analisis saya terhadap jawaban yang saya berikan.

Malam hari, saat sendirian di kamar hotel, saya duduk dan memikirkan
dengan mendalam pertanyaan yang diajukan peserta tadi siang, ?ebenarnya
apa yang menjadi dasar untuk menentukan yang mana masuk positive
thinking dan mana yang masuk negative thinking?

Saat saya merenungkan pertanyaan ini saya langsung teringat dengan
berbagai peristiwa yang telah saya alami dalam hidup saya. Saya juga
telah mempraktekkan positive thinking. Teman-teman saya juga begitu.
Saya teringat pada artikel yang saya tulis yang berjudul Bahaya Berpikir
Positif yang sempat menjadi kontroversi.

Ternyata positive thinking saja tidak cukup untuk bisa meraih sukses.
Positive thinking dan negative thinking masih dipengaruhi oleh persepsi
dan keterbatassan pola pikir kita sendiri. Apa yang kita yakini sebagai
sesuatu yang positif ternyata belum tentu positif. Bisa jadi, kita
merasa atau yakin pikiran ini positif karena berdasar pada asumsi atau
paradigma berpikir yang salah, yang masih dipengaruhi oleh belief system
kita, yang kita yakini sebagai hal yang benar. Jadi kita merasa telah
berpikir positif atau positive thinking. Padahal belum tentu yang kita
lakukan adalah positive thinking.

Kita harus bergerak dari negative thinking ke positive thinking dan
akhirnya mencapai right thinking. Mengapa right thinking? Right thinking
adalah mengetahui siapa diri kita yang sesungguhnya, apa tujuan hidup
kita yang tertinggi, apa misi hidup kita di dunia ini, dan menyelaraskan
diri dengan hukum abadi yang mengatur alam semesta. Right thinking juga
berarti kita berpikir dengan dasar Kebenaran dan menjadi dasar dari
semua proses dan level berpikir lainnya.

Right thinking berasal dari kesadaran akan kebenaran atau dari realitas
yang sesungguhnya dari setiap situasi yang kita hadapi. Right thinking
membuat kita mampu melihat segala sesuatu apa adanya, tanpa terpengaruh
emosi sehingga kita bersikap netral.

Mungkin sampai di sini anda merasa bingung? Ok, saya beri contoh.
Misalnya ada orang yang menghina kita. Apa yang kita lakukan? Kalau
negative thinking maka kita pasti akan marah besar. Semakin berkobar
emosi kita maka akan semakin negatif kita jadinya. Emosi yang dipicu
oleh negative thinking ibarat bensin yang disiramkan ke kobaran api.
Kita menyalahkan orang yang telah menghina kita. Pokoknya, orang ini
yang salah, titik.
Kita, biasanya, akan berusaha mengatasi hal ini dengan menggunakan
positive thinking. Apa yang kita lakukan? Kita berusaha berpikir
positif, berusaha memaafkan, berusaha mengerti, melakukan reframing,
berusaha mengendalikan emosi kita, berusaha mencari hal-hal positif dari
kejadian ini.

Bagaimana dengan right thinking? Dengan right thinking kita mencari
kebenaran dari apa yang kita alami. Kita harus melampaui belief system
kita untuk bisa menggunakan right thinking. Tanyakan kepada diri kita,
?ebenaran apa yang terkandung dalam kejadian ini? Saat kita mendapat
jawaban dari hati nurani kita dan kita melakukan tindakan berdasar
jawaban yang kita peroleh maka pada saat itu kita telah menggunakan
right thinking. Right thinking berarti kita menyadari sepenuhnya bahwa
kita bukanlah pikiran kita. Kita adalah yang menggerakkan pikiran kita.
Kita mencipta realita hidup kita. Kita bertanggung jawab terhadap segala
sesuatu yang kita alami, hal yang baik maupun yang buruk.

Saat seseorang menghina kita, apakah benar bahwa kita yang dihina? Coba
tanyakan pada diri kita secara jujur. ?ebenarnya siapa sih yang dihina?
Apakah benar saya dihina? Bagian mana dari diri saya yang merasa dihina?

Kalau kita menggunakan right thinking maka kita sadar bahwa sebenarnya
kita tidak dihina. Tidak ada seorang pun yang bisa menghina kita. Yang
sebenarnya terjadi adalah kita telah memberikan makna terhadap kejadian
itu, berdasar pada asumsi, persepsi, pengalaman hidup di masa lalu,
belief system, dan value kita, yang mengakibatkan munculnya emosi
negatif. Eleanor Roosevelt dengan sangat bijak berkata, “No one can make
you feel inferior without your consent.”

OK, anda mungkin berkata, lha, tapi kita kan tetap tersinggung karena
dihina. Kalau anda tetap bersikeras dengan pendapat ini, baiklah,
ijinkan saya mengajukan satu pertanyaan pada anda, ?iapakah yang
tersinggung atau merasa terhina? Aku? Saya? Aku yang mana? Bagian mana
dari diri saya yang tersinggung?

Kalau kita mau jujur maka yang sebenarnya kena adalah perasaan kita.
Pertanyaan selanjutnya adalah, ?pakah perasaan kita sama dengan diri
kita? Apakah perasaan kita adalah diri kita?

Tentu tidak. Perasaan, sama dengan pikiran, akan selalu timbul dan
tenggelam, tidak abadi, dan sudah tentu bukan diri kita.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s