Memotifasi diri sendiri & orang lain

Posted: Agustus 4, 2010 in artikel, Renungan
Tag:

ADA BANYAK cara untuk memotivasi orang lain mencapai sasaran atau
menyelesaikan suatu tugas maupun mengatasi persoalan atau tantangan yang
dihadapinya. Salah satu karakteristik utama yang harus dimiliki oleh
seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk memotivasi orang lain dalam
mencapai tujuan atau misi dari organisasinya. Seorang pemimpin yang
tidak mampu memotivasi orang-orangnya, tidak lebih dari seorang penunjuk
jalan, yang tahu ke mana harus pergi tetapi sepenuhnya tidak dapat
mengendalikan mereka yang dipandunya.

Bagi mereka yang berminat untuk memotivasi diri sendiri silahkan
berkunjung ke:

Kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi anggota timnya sangat
dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya (EQ-nya). Paling tidak ada enam
keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, sebelum dia
dapat memimpin orang lain, yaitu:
1. Mengenali emosi diri
2. Mengelola emosi diri sendiri
3. Memotivasi diri sendiri
4. Mengenali emosi orang lain
5. Mengelola emosi orang lain
6. Memotivasi orang lain

1. Mengenali emosi diri

Keterampilan ini meliputi kemampuan kita untuk mengidentifikasi apa yang
sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam
pikiran, kita harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan.
Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam
kekuasaan emosi kita, artinya kita kehilangan kendali atas perasaan kita
yang pada gilirannya membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup
kita.

2. Mengelola emosi diri sendiri

Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama
adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada kita. Kedua
berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa
kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah
dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan
kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri (self controlled)
yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya
yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

3. Memotivasi diri sendiri

Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang
sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi
diri sendiri (achievement motivation). Kendali diri emosional ?menahan
diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati ?adalah landasan
keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri
memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang.
Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih
produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.

4. Mengenali emosi orang lain

Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa
yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita
lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut
Stephen Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih
dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam
berhubungan dengan manusia secara efektif.

5. Mengelola emosi orang lain

Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam
berhubungan antarpribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain
merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah
makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar
emosi yang muncul dari interaksi antarmanusia. Keterampilan mengelola
emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat
mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antarpribadi
yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan
antarkorporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan
antarindividu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk
mengelola emosi orang lain (baca: membina hubungan yang efektif dengan
pihak lain) semakin tinggi kinerja organisasi itu secara keseluruhan.

6. Memotivasi orang lain

Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan
mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk
lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi,
mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang
tangguh dan handal.

MENGENAL 3 JENIS MOTIVASI

MEMOTIVASI ORANG LAIN bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan
seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan
berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan
orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan
sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan
motivasi seseorang, yaitu:

(1) Motivasi pertama adalah motivasi yang didasarkan atas ketakutan
(fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka
sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena
takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi
apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.

(2) Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement
motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama,
karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu
karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu.

(3) Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh
kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh
misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya
bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu
bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna
dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini
biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar
untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi
adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai
misi hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s