Membuka pintu kreatifitas

Posted: Agustus 4, 2010 in artikel, Renungan
Tag:

Seringkali kita menyebut seseorang yang pandai
menulis atau berhasil membuahkan hasil karya seni lukis,
sebagai seorang yang kreatif. Namun sebenarnya, yang disebut
kreatifitas sejati, lebih baik dari apa yang dapat kita
definisikan. Pada dasarnya, kreatifitas tak hanya dapat
dilihat dari inovasi yang diciptakan oleh seorang penemu yang
giat menciptakan hal-hal baru. Bahkan, kemampun mengatur waktu
bagi seorang ibu yang memiliki tiga anak, juga dapat disebut
kreatifitas. Jadi, sebenarnya kita semua dapat jadi seorang
yang kreatif asalkan tidak menutup pintu kreatifitas kita
sendiri. Berikut kami sampaikan lima langkah agar kita dapat
membuahkan kreatifitas.
Langkah Pertama – Buat pilihan untuk jadi kreatif. Pertama,
Anda harus menghapus pandangan tentang kretaif yang telah
tertanam dalam kepala Anda, sebab, kalau masih memikirkan
kreatif dalam artian sempit, akan sulit bagi Anda untuk
membuka pintu kretifitas. Bangun tekad dalam pilihan Anda ini
dan petakan definisi kreatif dari diri Anda sendiri, sertai
pula dengan semua kriterianya guna mempermudah pencapaian.
Ekspresikan kreatifitas Anda dalam salah satu saluran
tradisional (seni, musik , puisi dsb), atau lebih bagus lagi
jika Anda menemukan cara baru Anda sendiri.
Langkah Kedua – Perluas cakrawala Anda. Kreatifitas biasanya
tak datang dari wilayah yang telah Anda kenal. Menumbuhkan
imajinasi kadangakala mengharuskan kita untuk memperluas
cakrawala, namun seringkali untuk memulainya, kita tak pernah
mengambil resiko keluar dari zona aman kita sendiri. Anda
mungkin bisa memulai dengan mengunjungi tempat-tempat yang
berbeda, misalnya mengunjungi kota yang berbeda, atau bahkan
toko atau tempat makan yang berbeda dari biasanya. Pelajari
sesuatu yang baru. Kalau perlu ikutlah kursus dan bangun
ketrampilan dalam bidang yang berbeda. Dan itu semua akan
merangsang daya imajinasi Anda untuk berkreasi.
Langkah Ketiga – Buatlah langkah berani. Salah satu bagian
dalam mengeksplorasi kreatifitas adalah mengambil sebuah
kesempatan dan berani bertindak. Sisi tambahannya, ada banyak
aturan di sini, jadi semua usaha tak akan sia-sia dan membawa
keutungan.
Langkah Keempat – Harapkan sedikit kegagalan….dan jadikan
dorongan untuk maju. Salah satu alasan utama menutup pintu
kreatifitas adalah adanya ketakutan akan kegagalan. Sekali
jatuh, atau bahkan mungkin beberapa kali, tak membuat Anda
lebih nyaman dalam meghindari kegagalan. Jika ini benar, tak
satupun dari kita yang melakukan usaha belajar berjalan.
Banyak dari inovasi mengagumkan di dunia ini bermula dari
‘kegagalan.’ Bahkan Thomas Edison harus melakukan usaha 50.000
kali hingga ia berhasil menemukan baterei alkalin yang masih
kita gunakan hingga kini.
Langkah Kelima – Kenali pencapaian Anda. Seringkali, kita
semua melakukan kreatifitas atau membuat sesuatu yang baru,
dan saat seseorang memberi pujian, kita lebih senang
mengelaknya. Jangan memandang rendah setiap hasil yang Anda
capai, bahkan meskipun itu hanya sedikit peningkatan. Jika
Anda terus mengelak hasil usaha yang Anda capai, itu dapat
menutup pintu kretifitas Anda. Jika Anda membuat sebuah
kemajuan, yakinkan Anda menghargaiitu, bahkan kalau perlu
rayakan bersama teman atau keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s