Hargailah keluarga

Posted: Agustus 4, 2010 in artikel, Renungan
Tag:,

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia
lewat.
“Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia berkata,
“Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.”
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat
sopan.
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana
kita
memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan
muda.
Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan
malam,
anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya.
Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh.

“Minggir,” kata saya dengan marah. Ia pergi, hati
kecilnya hancur.

Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya
kepadanya. Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan
halus Tuhan berbicara padaku, “Sewaktu kamu berurusan
dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu
gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi,
sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.
Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan
beberapa kuntum bunga dekat pintu.” “Bunga-bunga
tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda,
kuning dan biru.
Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan
kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak
melihat matanya yang basah saat itu.” Seketika aku
merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.

Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di
dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku
“Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?”
Ia tersenyum, ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. ”
“Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik
seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama
yang berwarna biru.”
Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah
kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti
tadi.”
Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap
mencintaimu.”
Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku
benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang
biru.”

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok,
perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja
dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan
hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan
merasakan
kehilangan selama sisa hidup mereka. Mari kita
renungkan,
kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita
ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang
tentunya kurang bijaksana, bukan?

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di
atas?
Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s